Waktu

Semua pasti sepakat waktu adalah salah satu ciptaan Allah yang berharga. Bahkan ada yang bilang, “Time is money!”, Waktu adalah uang. Waktu adalah segalanya. Juga beberapa pernah bilang, ketika ia sedang berputus asa atau bersemangat melakukan sesuatu, “Biarlah waktu yang menjawab”. Yhakali, waktu juga ikutan wawancara.

Waktu memang berharga. Tapi apakah kita sudah menghargai waktu? Bagaimana caranya? Menggunakan waktu sebaik-baiknya. Salah satunya adalah soal ketepatan dalam berbagai hal. Contohnya berangkat kerja. Saya akui, saya juga masih belajar untuk mengatur waktu yang dimiliki. Sebisa mungkin meminimalisir keterlambatan, supaya tidak menyusahkan orang banyak.
Ya mungkin kalau ruginya hanya untuk diri sendiri, saya tidak bisa bilang gapapa juga sih. Tapi kalau terlambatnya kita bisa menyusahkan orang banyak? Siap-siap dicap ga kompeten sama orang lain. Bikin orang lain jadi males berurusan sama kita. Cukup tau aja sih, sama kerjaan yang udah ada tanggung jawabnya aja masih begini. Bagaimana jika dibebankan amanah dan tanggung jawab lebih besar lagi?
Beberapa hari ini cukup kesal, jadwal pengawas sudah diatur sebaik mungkin. Bikin jadwal tuh susah tau! Tapi masih ada aja beberapa oknum yang terlambat dan tidak konfirmasi. Gemes! Yang jadi korban siapa? Jelas anak-anak yang harusnya ujian bisa dimulai tepat waktu, jadi mundur karena pengawasnya belum hadir.
Bayangin. Kelak di masa depan, mereka bakal seperti apa? Mencontoh sikap kita yang masih begini-begini aja.
Owwwkeeeyyyy. Memang sebagai muslim kita harus meringankan saudara kita, ada rukhsoh. Jika alasan keterlambatannya adalah hal-hal yang memang diluar perkiraan kita sebagai manusia. Itu normal kok. Setidaknya kita bisa memberi kabar secepat mungkin supaya bisa digantikan dengan yang lain lebih awal. Herannya, dimasa yang serba maju ini, alasan semakin berkembang.
Baterai habis? Ada hp keluarga/teman.
Ga hapal nomor? Ada sosmed. Masa gatau password sosmed.
Ga punya kuota? Bisa tetring, wifi, numpang hotspot tetangga bentar buat izin.
Ga punya duit beli kuota? Ngutang dulu sama temen kan bisa. Asal dibayar.
Semua ada solusinya asal mau usaha. Tinggal kitanya, mau gak usaha?
Yuk kita belajar lagi buat tepat waktu. Bukankah memudahkan urusan orang lain bisa jadi salah satu sebab Allah bisa memudahkan urusan kita nantinya?
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

kontak

“Ajari aku menggunakan pena, akan ku tulis gemericik air, udara dingin, kabut senja sampai daun gugur”(Yus R. Ismail) …