Titik Terang

Doa yang sama, tiap kening bertemu hamparan sajadah.
Harap yang sama, ketika sepuluh jemari menengadah meminta.
Ia berayun, beradu dalam mimpi.
Entah apa yang kupinta.
Tolong sekali saja, tunjukkan tanda.
Agar aku tahu, kapan aku harus berhenti.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Serpihan Itu

Waktu berjalan cepat, bahkan terlalu cepat. Hingga tak kusadari rongga-rongga hati yang dulu pernah terisi, kini tiada lagi.…

Kagum Karena Allah

Yakinlah kekaguman itu sifatnya temporer. Sehari, dua hari mungkin menguat. Hingga kadang logika selalu tertutupi khayalan-khayalan palsu. Maka…

Jika

Jika suatu hari nanti kamu tertarik dengan seseorang. Pastikan hatimu kuat menghadapi keburukan-keburukannya yang bisa saja membuatmu justru…