Tetap Jaga Niat Baik

Seringnya kita berfikir kita akan sampai pada tujuan. Padahal niat kita belum terukur dengan jelas, untuk apa semua langkah yang dijalani. Hari ini aku belajar dari wanita-wanita shalihah ini. Mereka mungkin bukan yang sempurna betul. Pernah suatu kali hatinya patah hanya karena harapannya pada seseorang tak tercapai. Ada pula yang berkali-kali harus membangun kembali benteng yang dipertahankan selama ia menjaga diri, runtuh hanya karena ketukan pelan dan halus seseorang. Juga pernah, ia bercerita bahwa prosesnya harus terhenti karena hal yang sepele.

Berbagai upaya mereka menjaga diri sudah dilakukan, apakah Allah akan membiarkan mereka begitu saja?

Tidak. Segera setelah hatinya sadar, bahwa jauh sebelum apapun, niat adalah cara pertama untuk memperbaiki segalanya. Ia lantas membereskan semuanya, terutama niat. Bukan lagi tertuju pada seseorang, tak lagi tertahan pada satu nama, menyudahi semua doa yang seakan memasrahkan tapi memaksakan.

Ketika semua sudah berjalan sesuai maunya Allah. Memperbaiki lagi istikharah dan doanya. Bukan lagi tertuju pada nama. Tak lagi mendikte Allah atas apa-apa yang kita impikan. Mengharapkan hanya dengan ilmu Allah, bukan lagi ilmu kita. Mendoakan yang terbaik menurut-Nya, bukan lagi menurut kita, bum! Allah hadirkan apa yang selama ini dinantikan. Allah pertemukan dengan seseorang yang dengannya doa-doa selama ini tertambat.

Lagi-lagi, aku belajar. Hal-hal terbaik dalam hidup kita tidak mesti semua yang kita inginkan. Tapi itu sudah pasti terbaik menurut Allah untuk kita.

Semangat, shalihah!
Tetap jaga niat baik, Allah sayang kamu.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Terlambat

Pernah tidak, sesekali dalam hidupmu kamu merasa baik-baik saja. Namun, seiring berjalannya waktu kamu tersadar bahwa apa yang…

Adalah Aku

Aku adalah embun yang ingin kamu temui pagi tadi. Aku adalah matahari yang dengannya kamu bisa menjemur baju…

Day 2 Ramadhan

29 Juni 2014  Bismillah.  Alhamdulillah, pucuk usiaku kini bertambah satu. 20 tahun kini. Semoga tak ada sia-sia. Aamiin. …

Jangan Berhenti!

Saat langkahmu melemah, jaraknya kian pendek, sudah sampai menyeret kaki. Kamu perlu berhenti sejenak. Menepi dari keterlarutan ini.…