Takaran WaktuNya

Semua sudah tertakar, termasuk urusan waktu. Semua akan sampai pada tujuan, jika kehendak sudah sejalan dengan ridhaNya. Semua sudah tertulis, dalam kitab lauhul mahfudz. Semua takdir akan berjalan sesuai rencanaNya.

Suatu hari, kita menyaksikan teman-teman kita bertambah usia. Merayakan suka cita, beragam hadiah dan doa dihaturkan. Menggembirakan.

Di hari lain kita mulai menyaksikan teman-teman menikah, menemukan pasangan. Menyelesaikan teka-teki dengan siapa mereka akan melanjutkan perjalanan. Menyelesaikan resah yang selama ini sering kamu tanyakan. Kapan?

Lantas kita melihat mereka mulai bertumbuh, memiliki anak-anak menggemaskan. Lingkup cerita kita akan dimulai dengan perkembangan anak. Dunia parenting, yang selama ini kita kira semudah seminar dan workshop yang sering dihadiri. Saling membanggakan si kecil yang mulai pintar bicara, berjalan, berlari. Segalanya menjadi penting saat itu. Hingga tiba mereka beranjak dewasa. Kita semakin menua.

Kemudian, akan sampai ketika teman-teman kita pergi tiba-tiba, atau karena sakit yang lama. Semua terasa mengejutkan. Terasa begitu cepat berlalu. Padahal baru kemarin bertemu sapa di suatu acara. Padahal baru beberapa hari lalu saling bertukar kabar, melepas rindu lewat telepon. Padahal baru kemarin, ia bercerita kalau akhir-akhir ini baru menemukan makna kehidupan. Hari ini dia pergi, pada kehidupan yang kekal.

Semua hal itu akan kita hadapi masing-masing. Takdir yang pasti. Siklus kehidupan yang tak bisa dihindari. Pada akhirnya yang datang akan pergi.

Tinggal kita sendiri, merenungi. Apa yang sudah kita lakukan sejauh ini? Apa yang kelak kita bawa? Apa yang sudah dipersiapkan?

Siapkah?
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kelapangan

Satu hal yang sulit dicari dengan hanya bertanya. Tidak nampak dalam sekali jumpa. Bukan sesuatu yang bisa dinilai…