Siapa Suruh?!

google.com
Tidak ada yang pernah menyuruh kamu untuk memikirkan mereka, bahkan mati-matian meluangkan waktu untuk mereka. Tidak ada. Tapi masih saja kakimu tetap berada di tempat itu. Pikiranmu tercurah untuk menemukan solusi di sana.


Sama sekali tidak ada yang menyuruhmu untuk menyita semua perhatianmu pada mereka, tidak ada. Bahkan anginpun tahu, tidak ada seorangmu yang menyuruhmu.

Kakimu tetap berada di sana, kedua tanganmu terus saja bergerak melakukan apapun, bahkan pikiran dan hatimu di sana. Aku tidak habis pikir, untuk apa kamu melakukan itu semua. Tapi aku yakin kamu itu bukan tipikal orang yang melakukan hal sia-sia.

Sesekali aku melirik keluar, mencari tahu apa yang kamu lakukan di luar sana. Oh, begitu rupanya. Kamu bilang, itulah dakwah. Yang dengannya kamu akan lebih baik. Yang katanya ia dapat menyedot semua perhatianmu, kerja kerasmu, bahkan cinta kasihmu. Yang katanya semua hal tidak akan berakhir sia-sia. Yang katanya lagi, itu adalah perintah, untukku, untukmu, untuk kita.

Ooo, jadi selama ini yang kamu maksudkan kamu mendahulukanNya itu Dia. Rabbmu, Rabb kita? Baiklah. Aku mengerti, dan perlahan lenganmu menggamit jemariku. Membawaku pada tugas untuk menapaki jalan cinta para pejuang. Indahnya ukhuwah Islamiyah.

@yulinsar

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Sabar Yhaa!

Merenovasi rumah itu ga mudah, kadang beberapa bagian harus dihancurkan dulu. Baru kemudian dibangun lagi dengan yang lebih…

Mungkin…

Mungkin memang aku tak pernah tahu yang sebenarnya Kau tuliskan. Aku hanya merasa bahwa yang aku lakukan adalah yang…