Sepotong Kisah di “Literaction” Lembang Part 2

Buat yang belum baca part 1 ada di bawah ini yaaa…
👇👇👇
 Sepotong Kisah di “Literaction” Lembang Part 1 ⇐


Tibalah pagi di Lembang, agendanya itu setor hafalan. Alhamdulillahnya udah setor duluan ke bu Nia di kamar. Jadi diriku cuma duduk-duduk aja menikmati pagi yang amat dingin. Aseli. Dingin banget deh di sini. Jadilah cuma fokus menghangatkan badan dengan cara loncat kesana kemari (kanguru kali ah). Acara dilanjutkan dengan pengumuman peserta dengan hafalan terbaik dan juga juara masak di kegiatan tujuh belasan kemarin. Yah, tak apa deh kali ini gak menang. Kali aja rezeki menangnya tahun depan, kan. Positif thinking dulu aja.

Setoran Hafalan Guru
Setelah itu, ada acara fun games yang dipimpin oleh kepala sekolah. Jadi, kita diberi 3 lembar uang mainan pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 20 ribu. Permainan dimulai dengan pecahan 20 ribu, instruksinya adalah berikan uang 20 ribu ini kepada orang yang menginspirasi kita. Pecahan kedua, yaitu 50 ribu diberikan pada ia yang selama ini membantu kita, memberikan pelajaran bagi kita. Kemudian pecahan terakhir 100 ribuan diberikan kepada orang yang paling berharga bagi kita. Kepo gak sih gue ngasih itu duit semua ke siapa? Hahaha. Pokoknya games dari pak Udin itu membuat pagi hari di Lembang mendadak jadi hangat dan penuh air mata.
Seluruh peserta dipersilahkan untuk bersih-bersih dan persiapan untuk balik ke Depok. Tapi sebelum itu ada acara di Aula. Acara yang lumayan penting, pengumuman prosa terbaik. Alhamdulillah prosa yang aku bikin masuk dalam salah satu prosa terbaik. Meskipun akungirimnya di limit waktu yang over banget. Lumayan, hadiahnya botol minum lucu warna hijau. (Fyi, lagi seneng banget sama warna hijau euy #gapentingsihinimah)

Perjalanan pulang kita, eh belom pulang deh. Kita masih harus mampir ke Orchid Forest, Cikole. Ini sih impian banget sih ya. Mau cerita dikit di sini, Allah tuh baik banget. Setiapkepengen mau ke mana yang menurutku kayaknya ga mungkin eh malah Allah kasih itu kepengenan lewat jalan yang enak banget. Misalnya, libur lebaran kemarin pengen banget ke alam gitu, tercetuslah ke pantai. Tapi kepikirannya di akhir-akhir liburan, pas temen-temen gak bisa nemenin. Batal deh ke pantainya. Eh tapi seminggu kemudian, sekolah ngadain gathering Literaction Part 1 ke Anyer. Duh meledaklah hatiku, bahagia. (LHEBAY) Alhamdulillah. Sama halnya sama ke Cikole ini. Waktu itu ada yang ngirim gambar dia lagi jalan ke Cikole. Mupeng banget itu ya Allah, secara ngga pernah jalan sejauh itu dan bukan orang yang nekat. Kalau mau diturutin kepengenan mah, ke sana sama siapa, jalannya nggak tahu harus kemana, sampe mikir ntar aja kalo udah punya partner tetap buat jalan-jalan. Ini lemah banget impiannya yak. Hahaha. Tapi dibalik itu semua, tugas gue cuma kencengin doa aja sama Allah. Eh kan, bisa juga jalan ke Cikole. Gratis lagi ga bayar. Alhamdulillah lah pokoknya mah.
Tim Mobil Safar 2

SDIT AL KAMIL SQUAD

Gaya dulu kita
Tibalah perjalan pulang. Drama tentang “mau jalan lewat mana” pun dimulai. Padahal kan tinggal “jalanin aja dulu” eh. Kondisi badan udah mulai goyah, ini kepala berat banget, mual banget tapi masih bisa ketahan sih. Tapi, bu Dian, bumil yang setrong di kelompok 2 ini mulai tumbang. Wah maasyaa Allah deh, untung ada Wiwi yang care-nya luar biasa sama bu Dian. Juga pak Azat dan teman-teman lain yang baik-baikaja.
Pukul 01.00 dini hari akhirnya kita sampai di sekolah. My Ayah tercinta sudah jemput dan segera bergegas pulang ke rumah. Di sini kumerasa, mengapa jalanan dongkal tiba-tiba jadi indah dan tenteram sekali saat tengah malam, kenapa tidak seperti itu saat Senin pagi? Ketika tiba di rumah segera bersih-bersih dan pergi tidur. Karena besok pagi udah harus kembali ke sekolah dengan kegiatan Quran Camp, dan lagi dakujadi panitianya juga. Gapapa, aku setrong.
Dari perjalanan ini, aku banyak belajar. Terutama dari para guru di sini, juga yayasan. Bahwa perintah seorang qiyadah itu adalah yang terbaik bagi jundinya. Nah tugas kita sebagai jundi itu cukup taat dan tsiqoh. Sebab ada kebaikan dan keberkahan di dalamnya.
Terima kasih banyak buat kelompok 2 beserta pak Amir yang sudah menciptakan suasana perjalanan yang menyenangkan, juga dua bocil yang menceriakan (duo Hamzah dan Haidar). Semoga apa yang kita lakukan dan giatkan beberapa hari kemarin membawa dampak positif bagi kita semua. Aamiin.
 

Literaction Squad

Terima kasih juga kepada para panitia, kalian luar biasa. Terima kasih karena sudah membuat bulan Agustusku lebih bermakna. (tsah elah)

Mohon maaf ya kalau bahasanya terlalu gimana gitu. Soalnya kalau cerita pakai diksi yang rumit, kalian yang capek bacanya, aku juga bingung nulisnya. Bisa jadi tulisan macam ini hanya teronggok dan nyempil di notes, ngambang tanpa akhir. Apadeh. Haha.
Semoga waktu yang kamu luangkan buat baca ini nggak jadi kesia-siaan yah. Bye!

@yulinsar
Depok, 22 Agustus 2018



Kalau mau komentar, monggo… ditunggu komentarnya di bawah yaaa 😉

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Nostalgia

Tak terasa waktu terus bergulir. Meninggalkan kisah-kisah yang berbekas di hati selama dua tahun ke belakang. Tak sadar…

Awalnya

Hari itu, sebuah biodata seseorang diperlihatkan kepadaku. Tak banyak yang kupikirkan, langsung saja, ok lanjut. Sudah tak banyak…