Sepotong Hati

Meski hanya sepotong hati yang kumiliki. Semua ini takkan ku bagi. Kupenuhi semua dengan diriMu ataukah dirimu??? Ah pertanyaan bodoh. Tanpa harus memilihpun sudah jelas mana yang harus dipilih.
Meski sukmamu telah merasuk terlalu dalam. Bahkan hingga awanpun enggan untuk menaungi. Entahlah aku ini sedang apa. Untuk apa aku memikirkan hal sedangkal ini.

Kau tau? Setiap ku sirami bunga ditaman ini. Mengapa aku selalu ingat bahwa dirimu pasti temukan bunga yang lebih indah. Dan itu pasti bukan disini. Selalu, ketika kita memutuskan untuk beranjak. Langkah kakipun enggan untuk menapak. Bahkan sekedar mencicipi debu-debu perjalanan.

Aku hanya ingin melangkah. Langkah yang tegas dan teratur. Kini mungkin kau sudah menapak jauh sekali. Sedang aku? Mengangkat kaki pun tidak. Kau sudah teramat jauh. Aku tak mampu lagi mengejarmu.
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Amanah

Desember segera muncul ke permukaan, sedang Nopember masih meragukan untuk bersantai-santai ria. Nopember mengisahkan antara pembagian pikiran dan…

Day 1 Ramadhan

28 Juni 14  Bismillah.  Alhamdulillah. Teriring shalawat pada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Puji syukur pada Allah, akhirnya disampaikan…