Sepasang Langkah Kaki

Aku menyukai jarak semula kita yang terlampau jauh. Tidak mengenali satu sama lain. Mendiamkan saat kita berada pada satu tempat. 
Karena kita tidak saling mengenal. Tidak saling tahu nama dan rupa. Aku tidak tahu kalau orang itu adalah kamu dan kamu tidak tahu kalau orang itu adalah aku.
Sebab sebuah tujuan yang sama, langkah kaki kita berjalan menuju hal yang sama. Aku menujumu, kamu menujuku. Ada banyak hal yang akan kita temui dalam perjalanan. Kerikil akan setia menemani. Apa yang selalu kamu katakan dalam doamu itu? Ah ya, agar jangan jadi penghalang yang memberatkan. Di sisi lain perjalanan, aku mengaminkan.
Kita terus saja berjalan, tanpa tahu kapan perjalanan sendirian ini akan berakhir. Hingga pada suatu waktu yang sudah dituliskan, kita bertemu. Langkah kaki kita kini berhadapan. Binar mata kita tidak bisa disembunyikan lagi. Karena pada akhirnya kita merasa sama-sama saling menemukan.
Kini, bukan langkah kakimu dan langkah kakiku lagi. Tapi, langkah kaki kita. Menuju arah lain perjalanan kehidupan. Lebih curam dan berliku daripada perjalanan sendirian. Sebab itulah, perjalanan ini harus di lalui sepasang manusia yang saling melengkapi. Dapat membantu dalam perjalanan.
Perjalanan ini lebih jauh dan sulit. Tapi aku tidak khawatir, karena separuh perjalanan ini akan ada kamu di sisiku. Meski kita tahu, tidak akan selalu bersama. Setidaknya aku akan selalu berdoa, agar kamu menjadi teman perjalanan dunia dan akhirat.
Semoga.
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Temaram

Di balik awan malam ini, sinar bulan tampak malu-malu. Mengintip dari kejauhan. Sepasang manusia yang menatapnya dari bawah…

Kepada Langit

Ingin kusampaikan sebuah cerita pada langit tentang sesak yang akhir-akhir ini melingkupi perasaanku.Tentang keheninganku pada semua hal. Tentang…

Percaya

Kadang, seseorang yang datang padamu hanya menjadi pelengkap perjalananmu. Bukan yang mengiringi. Ada banyak hal yang perlu dipastikan.…