Segalanya Memiliki Awal

Ketakutanmu dalam memulai langkah baru, memasuki dunia baru. Baik itu tempat belajar baru, tempat kerja baru, tempat tinggal baru. Semua yang serba tidak kamu kenali, adalah hal yang benar-benar harus kamu pelajari dengan baik. Memulai beradaptasi.


Tidak ada seorang yang ahli, jika ia tak pernah jadi seorang ‘newbi’. Hehehe. Benar kan? Terlebih lagi untuk menjadi seorang istri, atau seorang ibu. Kita pasti akan memulai pada satu titik belajar. Belajar melemaskan ego, belajar memahami orang lain, belajar ikut alur orang lain, belajar meredam ketidakcocokan yang muncul di awal-awal perjalanan. Itu kata ibuku, kemarin. Saat aku bercerita, bagaimana jika seandainya aku tiba-tiba menikah. Padahal selama ini aku hanya jadi anak bawang dalam keluarga. Aku belum bisa apa-apa, apalagi nanti menjadi istri? Kemudian jadi ibu? Ah. Ibu menenangkanku dengan nasihatnya. Bahwa, dalam beradaptasi, seringkali kita harus mengalah, sedikit berkorban. Untuk kebaikan bersama.

Seperti lainnya, jika ingin dipahami maka kita harus memahami, jika ingin didengar maka kita harus mendengarkan, jika ingin dihargai maka kita harus menghargai, jika ingin dicintai belajarlah untuk mencintai. Meski itu semua tidak mudah, namun juga tidak terlalu sulit.
“Kamu punya Allah, mintalah kekuatan padaNya”
Itu ucapnya.
Sedangkan aku, duduk termenung sembari berurai air mata. Rasanya, aku tidak ingin berpisah dengan ibu. Tapi ya, tidak mungkin kan?
Sebuah pengingat
©yulinsar | 28 April 2019
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Kepada Langit

Ingin kusampaikan sebuah cerita pada langit tentang sesak yang akhir-akhir ini melingkupi perasaanku.Tentang keheninganku pada semua hal. Tentang…

Sujudlah.

Sejak kemarin tubuh kosongnya berjalan ke sana kemari mencari arti semangat yang hilang sebulan terakhir. Tubuhnya letih untuk…

Terlambat

Pernah tidak, sesekali dalam hidupmu kamu merasa baik-baik saja. Namun, seiring berjalannya waktu kamu tersadar bahwa apa yang…