Sebuah Benteng

google.com
Dahulu kala benteng dibuat oleh sekelompok orang untuk berlindung dari serangan kelompok lain atau berguna sebagai tanda kepemilikan wilayah. Benteng yang kuat akan melindungi siapapun di dalamnya dari serangan-serangan musuh. Bila sebuah benteng tidak kuat menahan senjata-senjata yang menghujam maka orang-orang di dalamnya tidak akan aman. Bagaimana bisa aman, jika tempat berlindung mereka saja sudah diambang keruntuhan?


Sebagian mereka perlahan menambal bagian-bagian yang rusak. Satu hari-dua hari, perlahan benteng itu sudah kembali terlihat kuat. Tapi tidak dengan penghuninya, dilanda lelah dan derita. Belum lagi kemungkinan bahwa benteng itu sudah terlalu rusak karena senjata musuh atau dimakan usia. Maka benteng hanya tinggal sebagai prasasti usang yang tiada bisa melindungi.

Setiap wanita juga memiliki benteng, ia yang shalihah membangun benteng itu perlahan demi perlahan. Membangunnya dengan harapan dapat melindunginya dari serangan luar. Benteng itu adalah iman yang dibangun dengan ilmu. Wanita dengan segala kemampuannya senantiasa menjaga agar benteng tersebut tidak runtuh. Bahkan tersentuh manusia lainnya.

Lalu sebagai seorang lelaki yang ingin menemui seorang wanita di dalam benteng harus memilih. Apakah menghancurkan benteng tersebut secara perlahan, hingga mungkin saja wanita di dalamnya terluka? Atau dengan cara mengetuk pintunya dengan sopan meminta izin menemuinya (tentu saja dengan niat yang baik)?

Jika sebuah bangunan benteng dibuat dengan batu yang kokoh dan semen yang kuat bahkan tahan dengan segala cuaca. Bagaimana dengan benteng dalam hati seorang wanita yang selembut kapas dan sehalus sutra? Pikirkanlah, jika benteng dapat dibangun kembali, bagaimana dengan hati yang jika sudah patah sulit untuk disatukan kembali.

Maka gentle-lah, kalau suka datang ke rumahnya, temui bapaknya. Jika belum mampu, cukup sembunyikan dulu segala kode-mu itu. Wanita hanya butuh kepastian (titik)

©yulinsar
Tulisan | Rumah
01/11/15

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kepada Langit

Ingin kusampaikan sebuah cerita pada langit tentang sesak yang akhir-akhir ini melingkupi perasaanku.Tentang keheninganku pada semua hal. Tentang…

Adalah Aku

Aku adalah embun yang ingin kamu temui pagi tadi. Aku adalah matahari yang dengannya kamu bisa menjemur baju…