Sebenarnya Aku (Sok) Tahu

kawanimut
Selama ini sebenarnya aku tahu, namun aku diam saja. Memperhatikanmu dari kejauhan, memastikan hari-harimu berjalan baik. Aku mengambil tempat dengan sudut pandang terbaik untuk mengamatimu, tentu dari kejauhan, sebab jarak yang dekat akan membuatmu tidak nyaman. Iya kan?


Selama ini sebenarnya aku tahu apa yang mengganggu perasaanmu, namun aku diam saja. Berulangkali kamu coba menyembunyikannya pun aku tahu. Samar-samar, perasaanmu terbaca olehku. Tentang lukamu, kecewamu, sedihmu, bahkan resahmu akan suatu hal.
Selama ini sebenarnya aku tahu tempat yang sering kamu kunjungi akhir-akhir ini, namun aku diam saja. Bertemu dengan mereka yang telah menjadi rutinitasmu ke-sekian. Aku tahu, hanya di sana kamu tersenyum lebar. Senyum termanis yang pernah kuperhatikan. Bertemu bocah-bocah kesepian di bawah jalan layang. Entah mengapa melihat mereka seperti melihat bayanganku? Ya mungkin, aku salah satu bocah kesepian.
Sebenarnya aku tahu semua tentangmu, lebih tepatnya pandanganku tentangmu. Namun ada satu hal yang belum aku tahu, satu hal saja. Apakah kamu menyadari kehadiranku? Setidaknya kamu sadar bahwa ada seseorang yang diam-diam memperhatikanmu sejak lama. Itu aku.

©yulinsar
Cerpen | Rumah
30/11/15

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Mushaf Cinta

Tenggelam di sudut malam, aku terduduk lesu melihat map merah ada di atas meja belajarku. Ah, kenapa seperti…

Bukan Takdir Kita

dok. pribadi Langit masih cerah. Seperti warna kemejamu hari ini. Mengingatkanku pada rutinitas kita akhir-akhir ini. Bertemu dalam…