Sebab Kamu Masih Disendirikan Saat Ini (Nomor 7 Ga Nyangka!)

Apa kabarnya nih gaes? Masih jomblo apa belom nikah? Eh sama aja yak. Kali ini aku mau cerita sedikit sih. Di umur yang udah di atas 20 pasti deh kalian tuh sudah mulai banyak yang nanya-nanyain soal “nikah”. 
Temen kampus
“Woy, pa kabar lu? Dah nikah belom?”
“Gue masih betah solo karir sob, belum dapet tambahan personil nih”
Temen SD
“Eh Yani, ini anaknya ya? Lucu banget… Anak pertama ya?”
“Ini anak ketiga aku, tuh kakak-kakaknya lagi main sama bapaknya. Kok sendirian aja? Suaminya mana?”
“Eng… Mana ya? ” *Nyari di tas, dompet, sama laci depan motor matic*
Yaa kurang lebih begitu deh kira-kira. Pasti dilema. Gak jawab dikira ga sopan. Dijawab kayaknya cekit-cekit gitu hatinya. Tapi itu fase awal doang kok. Tenang, selepas itu kamu bakal cuek aja menghadapi kenyataan ini. Hiks. Antara udah kebal apa budeg yha.
Tahu gak sih, kamu selama ini masih disendirikan itu (mungkin) karena hal-hal ini (udah kayak di berita-berita hipwee belum sih redaksi aku? hahaha):
1. Kamu masih diberi waktu untuk memperbaiki diri
Menikah itu bukan untuk setahun-dua tahun ya gaes. Kita hidup bersama orang lain, yang kita ga pernah kenal sebelumnya. Bahkan mungkin kebayang bakal nikah sama dia pun engga. Pasti deh akan banyak penyesuaian yang akan kamu hadapi. Ketika menikah, udah bukan ego masing-masing lagi yang dimenangkan, tapi visi bersama yang diwujudkan. Saat single begini pasti deh, kalau habis gajian, ke sana-sini hayuk, belanja apa-apa kuy aja. Jadi lupa buat nabung, saving buat keperluan mendadak. Nah disaat begini nih harus mulai belajar pelan-pelan, nabung misalnya. Terus belajar lagi perbaiki diri dalam perkara ibadah, pepet Allah terus pakai doa, tilawahnya gencarin lagi, hafalannya ditambah lagi, referensi keilmuannya luasin lagi. Kalau udah begitu pasti deh waktu-waktu menanti yang melelahkan pun jadi menyenangkan dan menambah pundi-pundi amal kita. Selain itu bakal jadi habits yang baik untuk setelahnya.
2. Waktu berdoa lebih banyak
Sadar ga sih gaes? Allah tuh ternyata ngasih perpanjangan waktu buat kita mendekat. Berdoa, memohon yang terbaik dari sisiNya. Karena kita ga pernah tahu takdir seperti apa untuk kita yang terletak ridho Allah di dalamnya. Sebab kita tak tahu dan Allah Maha Tahu, kita gak punya kuasa tapi Allah Maha Kuasa. Pada siapa lagi kita meminta petunjuk kalau bukan padaNya? Maka berdoa adalah cara terbaik untuk meminta. Teruntuk kamu, yang entah siapa. Kuping kamu panas gak sih? Tiap waktu aku selalu membicarakanmu, lewat doa. Pinta terindah pada sepertiga malam, saat sujud panjang-panjang. *plak
3. Belajar dari yang berpengalaman
Ini waktunya untuk sharing! Temen-temenmu sudah nikah? Bahkan sudah punya anak. Wah ini sih sumber ilmu yang sudekat. Banyak ilmu pasti yang akan mereka bagi ke kita. Tentang proses menikah mereka yang dulunya juga mungkin ga mudah, bagaimana menghadapi pertanyaan “kapan punya anak” setelah menikah yang lebih bikin galau lagi, bagaimana menghadapi kehamilan, melahirkan, mengurus new born baby. Ini sih keren banget. Di sela curahan hati mereka pun pasti ada ilmu yang bisa kita ambil. Catet nih!

Atau kamu bisa follow akun media sosial para influencer yang ekspert di bidang kerumah-tanggaan (hahaha bahasanya -_-) atau perbaikan diri. Serius ini penting loh, jangan follow akun-akun yang malah ngomporin nikah doang tapi gak ngasih ilmu (you know lah maksudku). Aku kasih rekomendasi deh. Ada mas @kurniawan_gunadi dan istrinya @ajinurafifah, teh @febriantialmeera, momi @ummubalqis.blog, kak @nadhiraarini, dan masih banyak lagi influencer keren yang bisa kamu ambil ilmunya. Perbanyak follow akun-akun bermanfaat ya, jangan follow akun alay, apalagi lambe-lambean. Hehehe.
4. Meluruskan lagi niat kita
PR banget buat aku. Niat. Menikah tujuannya apa sih? Apa cuma karena liat temen-temen udah pada nikah, aku belum? Apa cuma karena capek kerja lalu ingin menikah? Apa karena nunggu seseorang yang gak peka-peka? Atau apa? Berkali-kali mikir dan dibenturkan lagi dengan pertanyaan yang sama. Niatnya apa? Kata temenku, ini adalah hal yang tersulit ketika memutuskan untuk menikah. Memiliki tujuan, baik sebelumnya dan setelahnya. Perkara niat ini erat kaitannya dengan hati. Sebab apa-apa yang kita lakukan itu akan Allah nilai sesuai niatnya. Intinya sih, Lillah. Sudah cukup, karena soal niat cuma hati masing-masing yang bisa ngukur.
5. Masih banyak waktu buat keluarga
Pernikahan itu kan membentuk keluarga baru ya? Nah bagaimana kita bisa membentuk keluarga baru yang sakinah, mawaddah dan rahmah kalau keluarga kita sendiri (ayah, ibu, kakak, dan adik) itu nggak bisa jadi syurga buat kita. Selama masa-masa begini tuh waktunya membaktikan diri sama orang tua. Ajak piknik, ngopi, hehehe. Pokoknya bikin orang tua seneng deh. Pulang dari suatu tempat, pulangnya bawain bakso atau martabak gitu kan yha. Atau minimal bantuin deh kerjaan rumah. Cowok juga perlu ya, karena gak selamanya tugas cuci piring, beresin rumah, dan soal domestik lainnya tuh harus cewek doang yang belajar. Rasulullah aja jahit baju sendiri lho.

6. Waktunya perluas lingkaran pertemanan
Meskipun kalau kata kebanyakan sih makin bertambah usia kita, maka semakin kecil lingkaran pertemanannya. Ini bukan jadi alasan, kita masih perlu lingkup pertemanan yang bisa bikin kita berkembang. Misalnya ikut sekolah-sekolah pernikahan online, bisa ikut
@sekolahrumahtangga untuk calon suami/istri, atau ikut @bengkel_diri punyanya @ummubalqis.blog, atau sekolah parenting lainnya. Kelasnya lebih komunikatif dan lebih terjangkau dalam hal waktu, kutahu kok kamu sibuk kerja, jadi kucarikan sekolah-sekolah yang online. Hehehe. But, siapin biaya khusus dan komitmen ya buat daftar dan ikut kelasnya. 

7. Kekuatan doa
Terakhir, mungkin sebab kamu masih disendirikan saat ini adalah doa d
ari dia yang ngedoain kamu lebih kenceng daripada doamu untuk orang lain. Hehehe. Tapi soal ini sih Allahu ‘alam deh ya. Semoga si dia ga kenceng di doa doang ya, ikhtiarnya juga penting. Wkwkwk. 
Itu aja yah tulisan panjang dari aku. Pemilik kursi kedua dari belakang pojok kanan. Ah entahlah pokoknya begitu. 
Selamat menanti, sesuatu (seseorang) yang pasti akan datang.
Selamat memperbaiki diri, insyaa Allah Ia akan baikkan semuanya, jalannya, orangnya, prosesnya, sebelum dan kesudahannya. Aamiin.


@yulinsar
Depok, 15/10/18
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Terlambat

Pernah tidak, sesekali dalam hidupmu kamu merasa baik-baik saja. Namun, seiring berjalannya waktu kamu tersadar bahwa apa yang…

Kursi

Kursi-kursi di sekitarku masih kosong, silahkan saja kamu duduki. Tidak akan ada yang melarang. Danau seluas ini, tidak…

Jangan Berhenti!

Saat langkahmu melemah, jaraknya kian pendek, sudah sampai menyeret kaki. Kamu perlu berhenti sejenak. Menepi dari keterlarutan ini.…