Sajak “Saya Mah Apa Atuh”

Saya mah apa atuh.
Pergi kuliah tiap pagi, pulangnya sore. Aktivitas gak begitu padet, kadang masih suka ngeluh.

Beda sama kamu yang pergi pagi buta, pulang saat bulan muncul. Tiada keluh meluncur, hanya peluh yang mencoba mengurai keseharianmu.

Saya mah apa atuh.
Tugas kadang suka nyicil, bahkan ngirit sampe lupa sama deadline. Kadang ketiduran, malah suka keteteran.

Beda sama kamu yang getol banget sama tugas. Bahkan jauh sebelum deadline sudah teronggok rapi di lemari belajar.

Saya mah apa atuh.
Pulang ke kos kadang kalo lagi inget ya ngerjain hal yang harusnya dikerjain.

Beda sama kamu yang gesit banget soal kuliah. Apalagi organisasi. Gak diragukan lagi

Saya mah apa atuh.
Organisasi ikut, tapi masih gak maksimal. Bahkan sesuai mood aja datengnya. Apalagi kalau panggilan syuro, masih mikir-mikir lagi.

Beda sama kamu. Semua organisasi diselami. Militan dalam dakwah. Yang melakukan apapun ikhlas dari hati. Syuro selalu nomor 1. Apalagi tasqif dan kajian yang lain.

Saya mah apa atuh.
Jalan kaki malem-malem dari kosan ke tempat ngajar. Kadang mood ga karuan. Modal seadanya, modal cinta.

Beda sama kamu. Melakukan hal apapun dengan senyuman. Menghadapi tantangan dengan positif.

Saya mah apa atuh. Beda sama kamu. Mau sih jadi kayak kamu. Tapi saya masih takut untuk memulai. Salut deh buat kamu. Akhwat tangguh.

#siapapunkamunya #sayamahtetepapaatuh

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Serpihan Itu

Waktu berjalan cepat, bahkan terlalu cepat. Hingga tak kusadari rongga-rongga hati yang dulu pernah terisi, kini tiada lagi.…

Jika

Jika suatu hari nanti kamu tertarik dengan seseorang. Pastikan hatimu kuat menghadapi keburukan-keburukannya yang bisa saja membuatmu justru…