Rumah

Kau tahu rumah? Ya, rumah yang memiliki atap, jendela dan pintu. Tempatmu bernaung dan berlindung dari segala ekspresi alam. Hujan deras, rintik gerimis, kemarau panjang, badai menerjang sekalipun.

Kau tahu rumah? Yang senantiasa kamu tuju saat pulang. Setelah lelah seharian beraktivitas, berpijak menelusuri bumi Rabb kita, menyebarkan satu hal, tauhid atau seperti yang mereka bilang, dakwah.

Sebuah rumah yang bukan hanya sekedar tempatmu beristirahat. Namun, di sinilah duniamu bermula. Tarbiyahmu, bimbinganmu, dan kasih sayangmu tercurah pada penghuni rumah, seperti yang mereka bilang, keluarga.

Jangan dipikir aktivitasmu terhenti di rumah. Di sinilah tempat tumbuh bersama bermula. Apa kata mereka lagi? Membangun peradaban. Ya, rumah adalah peradaban pertama yang harus di-tarbiyah-i. Seperti dalam ayat Allah yang sering kudengar.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, …”
Qs. At-Tahrim: 6

Bukan sekedar tarbiyah biasa. Setiap hari menemukan ilmu, setiap hari saling berbagi kasih sayang, setiap hari memantau, mutarobi dan murobi saling mengingatkan. Peran masing-masing berbeda, dengan watak berbeda. Namun tujuan utama adalah “Tumbuh Bersama”.

Terus tumbuh takkan pernah mati. Terus tumbuh untuk saling menyayangi.

Jadilah Ibu, Ayah, dan anak yang memahami tugasnya masing-masing. Demi satu tujuan, membangun peradaban.

¤ @yulinsar ¤

*kayak udah ngerti aja*
Insyaa Allah lagi belajar saya juga. 🙂

Semakin byk belajar bukannya semakin tahu dan berpengalaman? 😀

Facebook | Instagram

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kelapangan

Satu hal yang sulit dicari dengan hanya bertanya. Tidak nampak dalam sekali jumpa. Bukan sesuatu yang bisa dinilai…