Ruang Henti

Kamu butuh ruang. Untuk sejenak berhenti. Mengingat kembali tujuan awal kamu melangkah. Sudah jauh perjalanan, bukankah tugasmu hanya menyelesaikan perjalanan, bukan untuk berbalik dan menyerah.

Kamu butuh jeda. Dari segala prasangkamu. Biarlah semua berjalan sesuai takdirNya. Kamu hanya perlu melakukan kebaikan-kebaikan hingga kamu tak sempat untuk berprasangka buruk pada takdirNya.

Kamu butuh diam. Untuk sejenak merenung. Sudahkah bicara ini bermanfaat, ataukah hanya membuat timbangan keburukan memberat? Biarkan pikiranmu bekerja, nalurimu terasah, imanmu terpancang kuat.

Jangan lupa, dalam proses menjedamu, hadirkan iman. Supaya kamu kuat, dan tidak sendirian-sendirian amat. Eh.

Kalau imanmu membaik, insyaa Allah amalan yang lainnya membaik pula.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like