Muhasabah

Tak pernah mendapati diri dalam sosok yang indah.
Jika saja dosa dapat terlihat. Alangkah busuknya lisan ini, tanpa sadar menyakiti, tanpa sadar mengucap perkataan buruk, nista, lagi dibenci.


Alangkah banyaknya koreng-koreng membekas yang terkoyak lagi, mengering lalu kembali anyir menyelubungi tubuh ini.

Ya Rabb. Engkau sungguh berbelas kasih pada hamba-hambamu. Tak sedikitpun kau tampakkan aib kami.
Lantas diluar sana masih banyak yang sibuk memakan daging saudaranya, atau ada yang tak sadar mencela koreng orang lain sedang ia baru saja memiliki luka yang basah dan berbau.

Tak sadar. Takkan sadar.

Allah, Kau baik. Sungguh Kau amat baik. Masih memberi kesempatan kepada kami untuk membersihkan diri pada ramadhan ini.

Menyembuhkan diri hingga Kau redha atau tidak. Membekas pada bulan-bulan setelahnya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kupu-Kupu Cinta

google.com “Kupu-kupu cinta, terbanglah tinggi menuju jalannya. Hinggaplah engkau dibunga yang indah. Terbang bersama hembus angin cinta” Sigma…

Mungkin…

Mungkin memang aku tak pernah tahu yang sebenarnya Kau tuliskan. Aku hanya merasa bahwa yang aku lakukan adalah yang…

Jadi Historis

Akhir-akhir aku jadi suka membuka-buka file lama. Entah itu berupa tulisan atau foto. Membuka itu semua bagai menarikku…