Move UP!

kawanimut
Kalau galau, jangan hanyut dengannya. Lebih baik ke sini, duduk di sampingku. Kita lewati badai galau itu bersama. Toh, sendirimu itu tidak akan mampu membelah angin bukan? Sini, tetap di sampingku. Akan kutemani ke mana saja dirimu ingin melangkah. Kusertai diriku di sisimu jika kau butuh, sebut saja namaku.


Apa? Kau ingin aku jadi badut, melucu di depanmu dengan bertingkah konyol? Tidak. Aku tidak akan lakukan itu, aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang mungkin lebih membuatmu bahagia. Di seberang sana ada sebuah panti asuhan. Sudah berdiri selama bertahun-tahun. Konon, anak-anak di sana sangat menggemaskan. Kita akan bermain dengan mereka dan mungkin sedikit menghilangkan kesedihan mereka sebab tiada bunda dan ayah. Bagaimana kalau kita bermain dengan mereka, kamu menjadi bunda dan aku ayahnya. Haha, bercanda. Lihat, lihat, kamu tersenyum. Oops, aku harus menunduk kalau tidaaak…

Setelah dari panti kamu ingin ke mana? Apa? Sebuah pertunjukkan musik? Maaf, sepertinya aku lagi-lagi tidak bisa mengajakmu. Bagaimana kalau kita pergi ke sebuah taman. Keningmu mengerut. Taman? Haha, sebuah karpet hijau terbentang, sajadah memanjang. Taman? Banyak orang di sini, dan hei keningmu masih mengerut saja. Ini taman syurga. Ya, sebuah tempat menimba ilmu agama. Ini loh yang selama ini ingin aku perkenalkan padamu. Aku senang kau berada di sini. Sepertinya hatimu mulai stabil. Kerutan keningmu mulai memudar.

Kemana lagi? Aku akan mengajakmu ke semua tempat. Dan banyak tempat yang ingin aku sambangi, dan aku ingin mengajakmu sebagai teman perjalanan. Tentunya dengan persetujuan Rabb dan orangtua kita. Bagaimana, mau bersamaku? Bersamaku, memang tak bisa menjamin dunia dan akhiratmu. Bagaimana kalau kita mengusahakannya bersama-sama? Bukankah perjalanan bersama-sama itu lebih menyenangkan dan menenangkan. Mau bersamaku?


Cerpen | ©yulinsar
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Terlambat

Pernah tidak, sesekali dalam hidupmu kamu merasa baik-baik saja. Namun, seiring berjalannya waktu kamu tersadar bahwa apa yang…