Manusia Biasa

Siapa di sini yang kalau ngerjain sesuatu itu diurut sesuai prioritas?

Siapa di sini yang meja kerjanya penuh note² kecil bertuliskan DEADLINE!!! ? Terus diceklis satu-satu kalau dah kelar, tapi lupa nyopot. Wkwk.
Siapa di sini yang kalau ngerjain apa-apa pasti detail banget? Ga pengen salah atau cacat.

Nah toss! Kita samaan.
Si perfeksionis terdeteksi.

Itulah cara kerjaku selama ini. Terlalu detail, meski pada akhirnya ada salahnya juga, terus langsung down. Karena mikirin detail, akhirnya kerja jadi lambat. Meski sudah mengurut prioritas, pada akhirnya keteteran juga karena dari satu kerjaan ke kerjaan lain jangkanya cepat. Tapi akunya masih lama. 😢

Dah dikerjain kok ga kelar-kelar, eh nambah lagi itu belum dikerjain, eh lupa ternyata satu hari ada beberapa detlen. Terus bikin tidur ga nyenyak, jerawat dah berkeliaran di wajah, sakit lambung kumat karena terlalu ‘asik’ kerja bikin lupa gimana asiknya makan. 😅

Akhirnya kita akan tiba pada satu titik, menyerah pada keperfeksionisan kita. Ini contohnya ketika aku baca tulisan “Emak-emak yang penting waras”. Yah, intinya segala sesuatu itu yang penting dijalani dengan bahagia. Ga tertekan, meski prioritas. Ga ngebatin, meski kerjaannya banyak. Berjalanlah, kelak semua akan selesai pada waktunya.

Pekan-pekan menjelang ujian akhir semester gini nih, koreksian udah kayak setrikaan di rumah. Numpuk! Eh nengok Twitter, katanya kalau mau tugas gak numpuk ya tugasnya coba dijejerin, niscaya ga akan numpuk 🤣 yha juga yha! Hahaha.

Ga main Instagram, selera humorku makin receh aja. Jadi ya, pada akhirnya aku menyerah pada hal yang segalanya kudu sempurna. Kerjakan, yang bisa kamu kerjakan dulu. Yang belum bisa langsung kelar, yaudah bisa nyicil. Yang penting waras dan tidak tertekan, juga gak lupa sarapan. Kadang nih, karena udah tertekan atau gimana, pernah kelepasan bicara nada tinggi ke anak-anak. Duh abis itu nyeselnya luar biasa. Bahaya kalau ga waras mah. Kayak ginipun coklat gak bisa membantu banyak. 😔

Jadi intinya tulisan ini tuh,
Tidak perlulah berharap yang sempurna, karena kita dicipta untuk saling menyempurnakan.

Loh.
🤣🤣🤣
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Biasa..

Ku jalani hari sebagai orang biasa, Wanita biasa.. Remaja biasa.. Biasa menjalani hidup sebagaimana sewajarnya.. Biasa menghadapi masalah…