Ketika Dia Lebih Dulu Menikah

Foto sekedar ilustrasi ya!

Sebelumnya aku minta maaf jika judul tulisanku kali ini menyinggungmu. Aku paham bagaimana rasanya jika seseorang yang pernah dekat denganmu, apalagi sudah sampai ke tahap serius. Tapi qadarullah, kamu tak lagi bisa bersamanya membangun rumah tangga. Kemudian, waktu demi waktu berlalu. Kamu berusaha menjalani hidupmu dengan setenang mungkin. Waktu perlahan mengobati lukamu yang sempat menganga, perih mengiris hati. Setidaknya sampai kemarin, kamu menemukan undangannya. Namanya bersanding di undangan pernikahan, tapi bukan denganmu. Aku cukup tahu bagaimana sesaknya.

Tapi, sudahlah. semua sudah digariskan. Garis takdirmu, bukan dengannya. Jangan lagi merawat luka itu, biarkan ia sembuh oleh waktu. Seperti kata seseorang, akan ada banyak orang baik yang kita temui tapi hanya satu yang tepat. Selebihnya adalah ujian. Jadi, dia sudah pasti ujian untukmu. Membuatmu lebih kuat lagi, mengingatkanmu kembali bahwa tidak ada yang benar-benar pasti sebelum akad terucap.

Mungkin kamu melalui proses yang sudah sesuai syariat. Tapi kenapa Allah tak takdirkan dalam sekali proses? Ia ingin kamu belajar lagi, mengelola hati, meluruskan kembali niat. Namun, bukan juga yang hanya sekali proses tak baik. Takaran kesiapan seseorang berbeda-beda, di mata Allah boleh jadi ia lebih siap. Sedangkan kamu, masih perlu bersiap.

Ketika dia lebih dulu menikah, tapi tidak denganmu. Tak apa. Berdoalah untuk kebaikannya, keberkahan keluarganya. Bukankah doa yang baik akan kembali kepada pemiliknya? Tutuplah lembaranmu dengannya. Bukalah lembaran baru, bukalah hatimu untuk menerima yang lain. Jangan-jangan sudah ada yang menunggumu selagi kamu sibuk melihatnya pergi. Seseorang yang Allah siapkan sebaik mungkin, hanya untukmu.

Jika kamu tidak diperjuangkan oleh seseorang yang kamu harapkan. Maka kamu akan diperjuangkan oleh seseorang yang mengharapkanmu

Semangat ya!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Rehat

Kita butuh menepi sejenak dari segala urusan-urusan yang memusingkan. Tanpa berlari dari hal-hal itu. Selesaikan pekerjaanmu, lalu beralihlah…

Adalah Aku

Aku adalah embun yang ingin kamu temui pagi tadi. Aku adalah matahari yang dengannya kamu bisa menjemur baju…

Kursi

Kursi-kursi di sekitarku masih kosong, silahkan saja kamu duduki. Tidak akan ada yang melarang. Danau seluas ini, tidak…

Day 2 Ramadhan

29 Juni 2014  Bismillah.  Alhamdulillah, pucuk usiaku kini bertambah satu. 20 tahun kini. Semoga tak ada sia-sia. Aamiin. …