Kelelahan Itu

google.com
Senja kemarin kunikmati bersama cerita seorang saudari yang sangat kusayangi. Tentang betapa beban yang kumiliki tak pernah sebanding dengan apa yang orang lain rasakan. Terkadang, hati ini terus merasa bahwa penderitaan itu sangat berat. Ternyata bukan berat, keluhanku yang lebih memberatkan.

Kulihat orang-orang disana yang masih dapat tersenyum lebar saat masalah sedang menghampirinya. Kulihat pula orang-orang yang menyimpan luka dalam senyumannya. Kadang pula kulihat sorot mata sedih di tiap keceriaan. Samar. Ia hanya sebuah rasa yang tak harus dikuak oleh dunia.

Aku tahu kau sedang lelah. Bahkan teramat sangat penat. Menghadapi orang-orang disekitarmu yang, ah tak perlu ku uraikan bagaimana. Aku juga tahu kau sedang kesal. Tapi, selain sorot mata itu, aku merasakan bukan dengan kelima inderaku. Dengan hati. Aku merasakan ada beban yang hendak kau keluarkan. Namun, kau juga tahu bukan disana tempatnya. Tidak pada saat itu. Ingin ku katakan padamu. Kesalmu pada mereka, akan tetap dibalas dengan senyuman mereka.

Kelelahan itu tak pernah ada. Hanya saja ia berganti menjadi semangat dalam bentuk lain. Semangat untuk mengeluh.

Tak ada lelah, yang ada hanya Lillah.

Semoga ini menjadi penyulut semangatmu kembali. Bahwa tak pernah ada yang bisa dijadikan sandaran selain Allah. Rabbmu dan Rabbku.

#keephamasah!


0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Cetar Membahana

Bismillah. Kalau dihitung-hitung udah lama juga ya gak mampir ke blog ini. Kasihan, dirimu sudah banyak debu ‘blog’.…

Kelapangan

Satu hal yang sulit dicari dengan hanya bertanya. Tidak nampak dalam sekali jumpa. Bukan sesuatu yang bisa dinilai…