Jilbab Putih Aisyah (Bag. 2)

Lanjutan..

Hari pertama belajar, Aisyah tetap sekelas dengan teman-temannya sewaktu di gugus. Annisa, Syifa, dan Novita. Dan hari untuk mengumpulkan formulir ekskul juga. Aisyah memilih ekskul Rohis menjadi pilihannya. Entah mengapa ia memilih ekstrakurikuler Rohis,tapi Aisyah merasa ada keinginan yang amat sangat ketika ia mengisi formulir itu.
“ Ais, lu ikut ekskul apa jadinya??” tanya Nisa. “ hmm, kayaknya aku cenderung ikut Rohis aja deh..” jawab Aisyah. “ Wah,keren tuh. Kalo bisa ikut 2 ekskul gue ikut deh,gue kan juga pengen mendalami ilmu agama.. hehehe!” ucap Nisa. Tanpa mereka berdua ketahui. Ternyata Syifa dan Novita mendengarkan pembicaraan mereka berdua. “ Duile,,yang lagi ngomongin ekskul.. gue juga pengen ah ikut Rohis kaya Ais.. boleh kan??” teriak Novita yang mengagetkan Aisyah dan Nisa. “ Astagfirullahal adzim..! kalian ini bikin kaget aja!” ucap Aisyah. Hmm, sejenak ia memikirkan bagaimana seandainya jika mereka berempat berada dalam satu ekskul. Pastinya seru deh. “ hehe. Yaudah,ikut aja. Biar aku juga ada temennya.” Ajak Ais. Akhirnya merekapun ikut dalam satu ekskul. Rohis.

Pertama masuk ekskul, seperti biasa perkenalan anggota baru. Waw! Ternyata bukan hanya saat shalat aja di batasi antara laki-laki dan perempuan. Dalam perkumpulan seperti ini saja hijab tetap terpasang. Aisyah mengerti mengapa di pisahkan seperti ini, Ummi pernah menjelaskan bahwasannya jika laki-laki dan perempuan ber-ikhtilat berkumpulnya ikhwan (laki-laki) dgn akhwat (perempuan) maka jatuhlah dosa bagi keduanya. karena tidak ada yang tau bagaimana perasaan seseorang. “ Janganlah kalian melakukan zina,bahkan mendekatinya sekalipun!”. Begitulah yang di sampaikan Umminya Aisyah. Namun banyak teman-teman Aisyah yang belum mengerti. “ Kak, koq dipasang beginian sih? Kan kita mau perkenalan,masa di tutupin gini sih,mana keliatan yang cowoknya??” tanya salah seorang akhwat. Seorang kaka rohis pun hanya tersenyum, “ Hmm,gini loh dek,, nanti aja ya di jelasinnya.. gimana? Afwan ya belum bisa sekarang.” Jawab kaka itu.

Setelah perkenalan itu berakhir. Para kaka Rohis yang akhwat pun mengumpulkan anggota akhwatnya. Begitupun sebaliknya dengan yang ikhwan. “ Assalamualaikum wr. wb. Hmm,gini loh dek kaka di sini mau ngejelasin tentang yang pertanyaan salah satu teman kalian. Tentang hijab atau pembatas ini. Sebenernya emang ini yang mau kita bahas hari ini untuk memulai kegiatan Rohis.” Jelas salah satu kaka Rohis. Aisyah mengangkat tangan, “ Maaf ka,tadi nama kaka siapa ya?. “ Waduh,tadi ga nyimak ya? Perkenalkan nih nama kaka,Azizah, panggil aja ka Zizah. Dah tau kan ya?” jawab Zizah sambil tersenyum. Memang Aisyah sedari tadi kurang memperhatikan perkenalan tadi, ia terlalu asyik dengan rasa penasarannya itu. Dan ka Zizah pun menjelaskan… “ Gini loh dek, dalam islam ada yang namanya hijab. Yaitu pembatas antara ikhwan dan akhwat. Baik hijab secara pandangan,hati,mata,pikiran maupun jarak. Hijab ini adalah kewajiban kita untuk menjaganya. Seperti kutipan Q.S An-Nur ayat 30-31,60. dan Q.S. Al-Ahzab ayat 53,55,59. tentang hijab/tabir/jilbab………”

“ Jadi,intinya dek. Kalian ngobrol itu boleh,tapi sewajarnya saja. Tundukan pandangan supaya terhindar dari sesuatu yang bukan untuk di pandang. Ngerti ga nih dek??” jelas ka Zizah panjang lebar. Ada sesuatu hal yang sangat menggelitik hati Aisyah untuk bertanya. Ia pun tanpa ragu mengangkat tangannya dan bertanya. “ Ka,apa kaka ga gerah ya pake jilbab lebar-lebar banget kaya ummi saya??”.
“ Hehe, adek ini pertanyaannya kok ga nyambung ya?? Tapi kaka jawab deh,,gini loh berjilbab itu kan bukan perintah guru,orang tua,temen atau siapapun. Tapi jilbab itu kan perintah langsung dari Allah. Kenapa kita tidak melaksanakannya? Pake jilbab itu enak loh dek,hati tenang,jarang ada yang usil,kita juga jadi lebih di hormati oleh ikhwan. Soal kenapa kaka pake yang lebar gini,karena kaka Cuma ga mau setengah-setengah berjilbabnya. Bukan mau maksud menggurui loh,Cuma mau berbagi aja sama kalian semua adik-adik,supaya kita bisa menggapai ridho Allah Swt.” Jawab ka Zizah.

“ Gini gini loh,tujuan utama kita memakai jilbab itu apa?? Kan menutup aurat. Jadi percuma aja kalo kita pake jilbab namun masih menampakan sebagian aurat lain. Misalnya baju udah rapi,tertutup dari ujung rambut sampe ujung kaki,tapi kita hanya menutup kulit aja,ga nutupin bentuk badan. Kan,ga enak juga ngeliatnya? Ngeliatnya loh,bukan memakainya. Yang memakai bisa aja nyaman,tapi para ikhwan di sana nyaman melihat yang seperti itu?? Takutnya nanti mereka malah berfikiran yang engga-engga deh, “koq pake jibab gitu ya? Ketat bgitu,nutupin apaan donk? Rambut doank? Cape dech!” kan ga enak juga dek dengernya.. hehe!” tambah ka Lia salah satu kaka Rohis yang baik.

Aisyah mulai memahami apa hakikat jilbab sesungguhnya. Bukan hanya menutupi seluruh tubuh. Namun juga menutupi betuk tubuh,tidak seperti kebanyakan orang yang masih awam dengan jilbab. Karena rasa penasarannya belum usai, ia pun ingin bertanya lagi. Tapi forum hari itu terbatas. Masih banyak kegiatan yang belum dilaksanakan hari itu. “ Ka, boleh minta nomer hapenya ga?” tanya Aisyah pada Zizah. “ owh, boleh dek. Masih ada yang mau di tanyain ya? Nomer kaka 085….” jawab ka Zizah sambil berjalan melakukan hal lain. “ Syukron ya kak?” “afwan dek..”

(Bersambung…)

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Sekar

Namanya Sekar, perempuan manis yang duduk dua meja dari tempatku bekerja setiap hari. Dua bulan lalu, aku bekerja…