Day 2 Ramadhan

29 Juni 2014 

Bismillah. 
Alhamdulillah, pucuk usiaku kini bertambah satu. 20 tahun kini. Semoga tak ada sia-sia. Aamiin. 
Tak pernah terbayangkan sebelumnya kado apa yang akan kudapati hari ini. Hari berjalan biasa. Hingga pada senja yang temaram kucoba memberanikan diri melakukan hal yang selama ini mengganjal di benakku. Tanya yang tertahan berbulan-bulan lamanya. Tanya yang terencana, yang ingin ku dengar adalah “tidak” tapi ternyata Allah berkehendak lain. 
Allah. Kucoba mengurai tangis ini. Tertatih ku mengeja rindu yang belum tersampaikan. Tangis yang membuncah di dada tak terelakkan lagi. Salah satu bungaku memilih untuk berganti tempat berteduh. Ah, qadarullah. Aku yakin engkau pasti gantikan dengan bunga yang lain. 
Jika saja berandai-andai itu boleh, ingin rasanya aku membersamaimu hingga tak mungkin engkau pergi. 
Jika saja berandai-andai itu boleh, aku ingin menjadi sebuah kerinduan yang kau nantikan. 
Jika saja berandai-andai itu boleh, aku ingin tunjukkan padamu pohon persaudaraan yang selama ini kita pupuk dengan iman. 
Saudariku, tetaplah istiqomah. Meski kini jalan yang kita tempuh berbeda.
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Adalah Aku

Aku adalah embun yang ingin kamu temui pagi tadi. Aku adalah matahari yang dengannya kamu bisa menjemur baju…

Temaram

Di balik awan malam ini, sinar bulan tampak malu-malu. Mengintip dari kejauhan. Sepasang manusia yang menatapnya dari bawah…

Ruang Henti

Kamu butuh ruang. Untuk sejenak berhenti. Mengingat kembali tujuan awal kamu melangkah. Sudah jauh perjalanan, bukankah tugasmu hanya…

Kupu-Kupu Cinta

google.com “Kupu-kupu cinta, terbanglah tinggi menuju jalannya. Hinggaplah engkau dibunga yang indah. Terbang bersama hembus angin cinta” Sigma…

Hujan

Ada yang ingin disampaikan? Coba saja berbisik pada hujan, makhluk yang satu ini tidak pernah membocorkan rahasianya. Terbukti…