Cukup Hanya Allah

Bismillah.

Masalah. Setiap orang pasti bertemu dengannya. Entah di awal, di tengah, atau di akhir hidupnya. Bahkan bergelombang dalam ritme kehidupan. Terkadang ia menghadang dari atas, bawah, atau samping. Bahkan justru dari dalam diri kita sendiri. Ia hadir begitu saja tanpa persiapan. Untuk menguji apakah kita siap untuk memikul beban yang lebih berat dari kemarin. Untuk mengetes apa yang kita pelajari kemarin di masalah sebelumnya.

Jika datangnya ia dari luar diri, sangat mungkin orang lain tahu dan akan membantu sebisa mereka. Seperti kecelakaan fisik, terkena fitnah orang lain, dll. Yang sifatnya terlihat oleh mata pasti ada orang lain membantu.

Namun, jika masalah yang timbul adalah dari dalam diri? Siapa yang mampu menghibur diri? Jawabku “Allah lebih dari cukup”. Ya, entah itu masalah kecelakaan hati *ups (tentang perasaan yang menelikung tajam), atau masalah ibadah yang tak kunjung naik presentasenya, atau justru masalah yang kita tak mengerti. Cukuplah Allah yang membantumu menyembuhkan itu. Tak ada yang lain.

“Pertolongan Allah itu hadir terkadang saat kita dalam keadaan benar-benar terdesak.”

Itu kata seseorang. Dan ya, aku pernah merasakannya. Tepatnya seminggu lalu. Benar-benar nyata.

Cukup hanya Allah. Bersandar pada Allah takkan pernah sakit. Berharap pada Allah takkan pernah kecewa. Berserah pada Allah takkan pernah menyerah.

Ingat Allah, dan kau tak pernah sendiri lagi.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Abai

Sebab dirimu diabaikan. Karena dirimu abai pada setiap orang. Ya, sudah seharusnya. Jika kita sakit tertusuk duri, satu2nya…

Terlambat

Pernah tidak, sesekali dalam hidupmu kamu merasa baik-baik saja. Namun, seiring berjalannya waktu kamu tersadar bahwa apa yang…