Catatan H-2 Expressi

Malam semakin larut saja saat ku telusuri ribuan produk-produk kebutuhan sehari-hari. Senja bukan tak ingin menjejak, hanya saja sudah waktunya ia pergi bergilir tugas dengan sang bulan. Andaikan sejuknya angin dapat berbicara bahwa peluh-peluh yang telah mengering terkena kibasan AC ini adalah semata-mata patuh pada perintah yang diatas. Menjaga tiap-tiap deru nafas yang berpacu waktu senantiasa dalam keikhlasan.
Setiap langkah yang kita jejak hari ini semoga mendapatkan ridhoNya. Meski kadang kesal, lelah, bosan, dan ingin segera berakhir, ini semua bukan mereka yang menginginkan kita, bukan mereka yang membutuhkan kita. Kita ada karena mereka,  kitalah yang butuh mereka, sebagai penerus estapeta jalan yang kita titi ini.
Walau berat beban yang kita tanggung hari ini, yakin bahwa ini akan tidak selesai disini saja. Masih ada beban yang lebih berat menanti untuk kita bawa.
Jangan lupakan hak tubuh untuk beristirahat. Suara itu kini semakin kencang. “Kapan kau isi diriku? Kapan kau istirahatkan aku?” hari sudah semakin larut. Bahkan teman kosan sudah terlelap. Kurasa lapar itu tak nampak lagi. Rapel saja makannya besok pagi. Supaya dahsyat!
-Catatan H-2 Expressi-
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Cermin Dua Sisi

google.com Judulnya hari ini depan laptop menghabiskan kuota yang tersisa, download film-film inspiratif. Keyword yang kali ini ingin…