Bersandar pada Allah Takkan Kecewa part 2

Sebelumnya aku minta maaf, sudah hampir 3 bulan gak megang blog. Terus juga sudah hampir 11 bulan gak nerusin cerita ini, wkwkwk paraaaaah. Yah, apapun alasannya nanti pasti akan jadi alasan yak. Ini sudah ditulis dari bulan oktober, kemudian lagi buka note di hp, eh nemu, dan baru inget ini belum diposting. Hiks, maaf. Yuk ah cuss baca…

Hari pertama panggilan untuk tes tertulis dan wawancara oleh kepala sekolah. Aku kira hanya aku seorang yang akan mengikuti tes tersebut *GR* ternyata ada 2 orang lainnya yang ikut tes. Satu teteh lulusan UNINDRA melamar jadi guru shadow yang satu lagi kakak lulusan Universitas di Palembang melamar jadi guru Qur’an kalau tidak salah. Sedangkan aku gatau mau jadi guru apa, haha. Di lamaran sih aku tulis jadi guru kelas. Aku minder loh, secara mereka udah lulus kuliah. Nah aku, kuliah aja belom kelar. Jadi agak pesimis sih, heu.

Sekitar pukul 9 pagi tes tulis dimulai di ruang center (ruang guru shadow), tes matematika choy! Juling, juling deh itu mata sampe ratusan soalnya. Ngebul, ngebul. Tapi dibanding yang lainnya, aku dengan pede bisa bilang aku bisa mengerjakan dengan baik. Hohoho. Ditengah mengerjakan soal, pak guru yang mengantar ke ruangan tes tadi pun menunjuk diriku untuk yang pertama melakukan wawancara dengan kepseknya. Asik, ya ngalir aja sih wawancaranya. Setelah itu, kembali lagi ke ruangan tes, ngumpulin soal yg sudah selesai, pulang. Nge-gojek lagi deh, secara belom punya kendaraan kan. Rencananya sih, kalau diterima kerja di sini, meski gajinya gak seberapa, mau buat beli motor aja. Mudah-mudahan.

Malam harinya aku dapat kabar bahwa besok akan ada micro teaching dengan materi indera pendengaran, kelas 4. Dengan segala keterbatasan waktu yang ada, nyiapin rpp, media, berasa jadi kuliah pembelajaran lagi. Hahaha.

Kamis, pukul 9 pagi micro teaching lah di kelas 4. Hmm, yah begitulah. Agak grogi dan kurang persiapan jadinya ya gitu deh. Ditambah guru yang ngetes gada senyum-senyum nya pisan. Hiks. Setelah itu, alhamdullilah di ajakin makan bareng, sama guru-guru shadow di sana.

Jumat, hari yang terbaik di antara hari lainnya. Wawancara dengan pihak yayasan, udah sampe tahap ini insyaa Allah ada kabar baik. Si ibu memastikan berkali-kali bahwa tidak ada kendala jika aku mengajar di sana, karena komitmen adalah utama.

Akhirnya, aku bergabung dengan keluarga SDIT di depok ini. Maybe next akan aku ceritakan keseharian aku di sana.

Terimakasih sudah mau menyimak ceritaku. :’)
 
 
Depok, Oktober 2016 
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Amanah

Desember segera muncul ke permukaan, sedang Nopember masih meragukan untuk bersantai-santai ria. Nopember mengisahkan antara pembagian pikiran dan…

Iri

Kok jadi iri sih sama dia? Mulanya memang tak pernah selintaspun akan punya perasaan ‘aneh’ ini sama dia…