Bersandar pada Allah Takkan Kecewa part 1

Semua yang Dia lakukan adalah kebaikan untuk kita. Allah hanya ingin kita bergerak untuk mendapatkan petunjuk. Tidak yang diam saja. Ia ingin melihat seberapa besar usahamu berjuang melawan kemalasan, kebodohan. Allah, Ia yang selalu ada di saat yang lain tiada. Tidak pernah meninggalkan hambaNya meski si lemah ini sering lalai lagi lupa. Ighfirli ya Rabb.

Jadi begini kisahnya, awalnya aku berkali-kali memikirkan tentang menuliskan ini. Layakkah untuk diketahui orang banyak? Tentang orang seperti aku ini? Real life. Not fake face. Bukan pencitraan (seperti tulisan-tulisan sebelumnya *loh jadi?). Bismillah, niatnya untuk jadi kenangan buat diri pribadi kalau sampai kehilangan semangat untuk terus belajar dan bergerak.

Di pagi yang gak cerah-cerah banget, yah lumayan mendung, maklum Agustus kali ini hujan sering datang bertamu baik di awal atau penghujung hari. Berbekal niat yang bulat, seperti tahu yang digoreng dadakan. Sepagi itu sudah mulai bersiap untuk berangkat ke kampus, mau melanjutkan apa yang sudah tertunda selama berbulan-bulan as you know “skripsi”. Masalahnya cuma satu sih padahal. Males. Yap, astaghfirullah. Di satu titik aku sadar, gak bisa terus gini. Hibernasi ini harus diakhiri. Yeah! Akhirnya aku bangkit dari kubur, eh dari kasur bergegas mandi.

Tanpa terdengar, ternyata 2 kali handphone berdering. Bingung, karena nomornya bukan nomor ponsel, tapi nomor rumah atau perusahaan gitu. Setelah ngecek Mbah Google, ternyata itu nomor SDIT, tempat aku ngelamar kerja lewat email sebulan yang lalu. Setelah itu, handphone berdering lagi. Tapi ini sms, panggilan untuk tes dan wawancara. Gak nyangka sih, ternyata dapet panggilan jadi guru kelas di sana. Besoknya di suruh datang dan ikut tes lalu wawancara. Tahu gak aku langsung gimana? Senyum-senyum sendiri. Kayak ****** Alhamdulillah, dalam hati. Langsung mikir, Allah itu emang nunggu hambaNya gerak dulu ya? Baru ditunjukin jalan yang benernya. Bukan yang diem aja.

Hari itu, akhirnya setelah sekian lama, nginjek kampus lagi. Sebelumnya ke kampus sih, nengok temen yang wisuda, ceritanya langsung semangat buat kelarin skripsi. Nyatanya? -_- seminggu kemudian baru ke kampus lagi. *Gubrak!

Niat hari itu adalah (sebelum dapet SMS panggilan) untuk bikin surat penelitian dan mampir ke perpus fakultas, nyari tambahan referensi. Begitu surat penelitian oke, tinggal minta ttd kajur. Kajurnya lagi ada acara, dan gatau balik kapan. Hm, okay. Maybe kudu ke perpus dulu. Kalau gak salah udah pukul 11:50.an dan menuju shalat Zuhur. Melipir ke musholla fakultas dulu akhirnya. Ketemu temen satu jurusan, dan itu ketiga kalinya kita ketemu gak sengaja. Parahnya, aku sampe detik ini gatau nama dia siapa *timpuk name tag*. Padahal kita termasuk akrab dan dia juga asik ngobrolnya, hafal banget deh dia kalau ketemu langsung manggil “Ayu!” dan jahatnya aku cuma bisa “Eh kita ketemu lagi, abis bimbingan kah?”. Ya Allah ampunilah aku. Jujur sih, aku termasuk orang yang susah inget nama orang. Kudu berpuluh-puluh kali nyebut atau denger orang nyebut namanya baru inget. Maklum, otak kanan, visual lebih gampang buat di simpan. Termasuk susah lupa juga sama tampang orang yang lagi nge PHPin dulu. *Ups

To be continued….
0 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like