Berdamai Dengan Hati


Pernah tidak suatu kali dalam hidupmu merasakan kegelisahan yang amat sangat? Seolah hati menderu-deru, tapi kamu tidak tahu apa penyebabnya. Ada satu hal yang mengganjal, di pikiranmu maupun perasaanmu. Nafasmu menjadi berat tanpa sebab. Pandanganmu menjadi tertahan, tidak bisa menjelajah dengan luas lagi. Meski tatapanmu jauh menatap ke depan, namun kosong. Tidak ada apapun yang tertangkap oleh kornea matamu.

Saat itu mungkin kamu belum tahu, tentang sebuah pelajaran yang didapati tanpa sadar. Ada yang sedang mengajarkanmu bahwa hidup bukan sekedar penantian atau menjemput suatu hal. Tetapi lebih kepada melepaskan. Melepaskan apa yang sesungguhnya memang tidak kita miliki. Melepaskan gumpalan sesak yang tertahan. Sebuah pelajaran yang amat sulit baik teori maupun praktiknya.

Kamu tahu? Mungkin selama proses itu berlangsung memang begitu terjadinya. Seperti luka basah yang akan mengering, menuju proses itu ada rasa gatal yang amat sangat. Ingin rasanya menggaruk, tetapi justru akan menambah luka itu sendiri. Lebih parah mungkin. Inilah proses yang harus dilalui. Sesak itu mungkin akan luruh. Sebagian menjadi air mata dan sebagian lainnya akan menjadi hikmah. Hikmah yang mungkin akan (dan selalu) berada pada akhir cerita.

Jika menurutmu sulit untuk melakukannya, maka berdamailah. Berdamai dengan hatimu. Jika sulit untuk melepaskan, maka terima saja dengan melapangkan ruang dalam hati. Bukankah selalu ada ruang untuk penerimaan? 

Suatu saat, pasti. Entah kapan, semua ini akan menjadi cerita untukmu di masa depan. Meski tidak dalam benang merah yang baik, tapi itulah jalan kehidupan yang kita miliki. Semoga tidak putus di tengah jalan. Benang itu, akan ada yang membantumu menyulamnya menjadi kain bahkan pakaian yang indah nantinya. Percayalah.

12 Maret 2016
©yulinsar

0 Shares:
1 comment
  1. Dengan berdamai dengan hati dan memaafkan kesalahan yang telah kita lakukan sendiri kita bisa hidup lebih tenang, hanya saja bukan berarti dengan memaafkan kesalahan yang telah kita lakukan kita jadi tidak belajar dari kesalahan itu sendiri.

    Maafkan dan lupakan kesalahan, tapi pelajari.

    Saya suka membuat renungan, motivasi dan inspirasi seperti ini. Dan saya kirim disini http://motivasil4l.blogspot.co.id/ Kunjungi untuk ajang silaturahmi yah 🙂

    Oh iya, aku sudah follow blog kamu loh yulinsar, follow juga blog aku yah…SALAM PERTEMANAN ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Day 2 Ramadhan

29 Juni 2014  Bismillah.  Alhamdulillah, pucuk usiaku kini bertambah satu. 20 tahun kini. Semoga tak ada sia-sia. Aamiin. …

Rehat

Kita butuh menepi sejenak dari segala urusan-urusan yang memusingkan. Tanpa berlari dari hal-hal itu. Selesaikan pekerjaanmu, lalu beralihlah…

Adalah Aku

Aku adalah embun yang ingin kamu temui pagi tadi. Aku adalah matahari yang dengannya kamu bisa menjemur baju…